Blog

al_quran

Nabi SAW bersabda:

وعَن جَابر بن عبد الله رضي الله عنهما : أَنَّ النَّبِيَّ صَلّى الله عليه وسلّم كَانَ يَجْمَعُ بينَ الرَّجُلينِ منْ قَتْلَى أُحُدٍ ثُمَّ يقُولُ: أيُّهُمَا أَكْثَرُ أَخذًا لِلقرانِ, فإنْ أُشِيرَ إلى أحدهِمَا قَدَّمَه فى اللحدِ. رَواه البخاري

Dari Jabir bin Abdullah, bahwasannya Nabi Shallallahu alaihi wasallam mengumpulkan dua sahabat yang meninggal ketika peperangan uhud (dua syuhadaa), kemudian beliau bersabda: mana dari keduanya yang paling banyak hafal Al-Quran? Ketika diisyaratkan salah satu dari keduanya, maka ialah (yang banyak hafalan Al-Qurannya) yang didahulukan memasuki liang lahat. (H.R Bukhari)

Hadits diatas menunjukkan betapa mulianya para pemegang Al-Quran. Derajat mereka lebih tinggi lagi dari syahid (orang yang meninggal karena membela agama Allah)

Lafadz : أَكْثَرُ أَخذًا لِلقرانِ diartikan orang yang paling banyak bersentuhan dengan Al-Quran, yaitu orang-orang yang slalu berinteraksi dengan Al-Quran.

Bisa dibilang orang yang sedang belajar Quran, mengkajinya, selalu membacanya, terutama orang yang menghafalnya.

Orang-orang itulah yang didahulukan Rasul bahkan ketika mereka sudah tiada.

Bahasa Rasul yang lain adalah Khoirukum (sebaik-baiknya manusia).

Dan banyak lagi hadits-hadits yang menjelaskan tentang keutamaan haamilul Quran dalam kitab Attibyan karya Imam Nawawi beliau mengkhususkan bab tentang itu diawal pembahasan.

Semoga kita menjadi orang yang didahulukan Rasulullah karena kita senantiasa bersentuhan dengan Al-Quran.

Leave a Comment

Your email address will not be published.