Rasmil Quran ialah Tulisan atau penulisan Alquran yang memiliki metode-metode tertentu.

Didalamnya membincangkan cara menulis lafadz-lafadz atau sebutan untuk penyebutan huruf-hurufnya dari segi lafazd, huruf-huruf asal dan ilmu yang membahaskan kaedah menambah, mengurang, menyambung, memisah dan menggantikan huruf.

Ali As-Shobuni membagi kedalam dua masa tentang pengumpulan dan penulisan alquran, yaitu masa Rasulullah dan masa khulafaurrasyidin. Pengumpulan alquran pada masa rasulullah dilakukan dengan dua cara yaitu yang pertama, Pengumpulan dalam dada dengan cara menghafal dan yang kedua, Pengumpulan dalam wujud tulisan yaitu menulis dan mengukirnya

TAHAPAN PENULISAN AL QURAN

Dalam penulisan alQuran masa dulu, ada beberapa tahapan tertentu yang perlu kita ketahui yaitu:

1. Belum meletakan tanda apapun dalam penulisan

2. Pemberian titik dan baris dilakukan dalam 3 fase:

Fase pertama, ialah di masa Khalifah muawiyyah bin abi sufyan, beliau  menugaskan Abu aswad Ad-dualy untuk meletakan tanda baca (I’rab) pada tiap kalimat dalam bentuk titik untuk menghindari kesalahan dalam  membaca.

Fase kedua, ialah pada zaman  Abdul malik bin marwan (65H) khalifah kelima dinasti umayyah itu menugaskan salah seorang gubernur masa itu, Al Hajjaj bin yusuf untuk memberikan titik sebagai pembeda antara satu huruf dengan lainnya misalnya huruf BA dengan satu titik dibawah, TA dengan dua titik diatas dan TSA dengan tiga titik diatas, pada masa itu alhajjaj dibantu oleh Nashr bin’Ashim dan Hay bin Ya’mar

Fase ketiga, adalah pada masa pemerintahan dinasti  Abbasyiyah, alQuran mulai diberikan tanda baris berupa dhommah, fathah, kasroh dan sukun untuk memperindah dan memudahkan umat islam dalam membaca alQuran, Pemberian tanda baris ini mengikuti cara pemberian baris yang telah dilakukan oleh khalil bin ahmad Al Farahidy, seorang ensiklopedi bahasa arab terkemuka kala itu, menurut sebuah riwayat, khalil bin ahmad juga yang memberikan tanda hamzah, tasydid, dan isymam.

3. Pemberian tanda baca tajwid

Pada masa khalifah Al makmun, para ulama selanjutnya berijtihad untuk semakin mempermudah orang untuk membaca dan menghafal alQuran, hususnya bagi orang yang selain arab, dengan menciptakan tanda-tanda baca tajwid yang berupa isymam, rum dan mad.

4. Pemberian tanda pada tulisan alQuran

Membuat tanda lingkaran bulat sebagai pemisah ayat, mencantumkan nomer ayat didalamnya,  tanda-tanda waqof, ibtida, menerangkan identitas surah diawal setiap surah yang terdiri atas nama, tempat turun, jumlah ayat dan jumlah ‘ain, Memberikan Tajzi (tanda pemisah antara satu juz dengan juz berikutnya) dan tanda untuk menunjukan isi yang berupa seperempat, seperlima, sepersepuluh, setengah juz dan juz itu sendiri.

 

PEMBAGIAN  RASM

Melihat dari spesifikasi cara penulisan kalimat-kaliamt arab, rasm dibagi menjadi 3 macam:

1. Rasm Qiasi/imlai

Ialah penulisan menurut kelaziman pengucapan/pertuturan artianya Menulis kalimat sesuai dengan ucapannya dengan memperhatikan waktu memulai dan berhenti pada kalimat tersebut. Kecuali nama huruf hijaiyyah, seperti ق tidak ditulis  قافakan tetapi tetap dengan ق.

Menurut Al-Zarqani  dengan mengatakan bahwa rasm Imla’I diperlukan untuk menghindarkan ummat dari kesalahan membaca Al-Qur’an, sedangkan rasm Utsmani di perlukan untuk memelihara keaslian mushaf Al-Qur’an. Tampaknya, pendapat ini lebih moderat dan lebih sesuai dengan kondisi ummat, disatu pihak mereka ingin melestarikan rasm Utsmani, sementara dipihak lain mereka menghendaki dilakukannya penulisan Al-Qur’an dengan rasm Imla’I untuk memberikan kemudahan bagi kaum muslimin yang kemungkinan mendapat kesulitan membaca  Al-Qur’an dengan rasm Utsmani.

2. Rasm ‘Arudi

ialah cara menuliskan kalimat-kalimat arab disesuaikan dengan wazan dalam syair-syair arab .hal itu dilakukan untuk mengetahui “bahr” (Nama macam Syair) dari syair tersebut, contohnya seperti:

   وليل كموج البحر ار خي سدو له    sepotong sya’ir imri’il Qais tersebut jika ditulis akan berbentuk  وليلن كموج البح ر ار خي سدو لهو sesuai dengan wazan  (فَعُو لُن مفا عيلن فعولن مفا عيلن ) sebagai timbangan syair yang mempunyai “Bahar Tawil”

3. Rasm Usmani

adalah Cara penulisan kalimat-kalimat alquran yang telah disetujui  oleh sahabat Usman bin affanpada wkatu penulisan mushaf. Rasm Usmani Menjadi salah satu cabang ilmu pengetahuan yang bernama Ilmu Rasm Usmani. Ilmu ini didefinisikan sebagai ilmu untuk mengetahui segi-segi perbedaan antara rasm usmani dan kaidah-kaidah rasm istilahi (rasm yang biasa memperhatikan kecocokan antara tulisan dan ucapan, berikut contoh perbedaan antara rasm usmani dengan rasm istilahi:

Dalam rasm utsmani

 Lafaz (الصلاة) ditulis (الصلوة)

 Lafaz (الزكاة) ditulis (الزكوة)

Lafaz (الحياة) ditulis (الحيوة)

lafaz (لايستوون) ditulis (لايستون)

 

*Ustadz Ghufron, Kepala Bidang Pendidikan 

Share:
0
Total Santri
0
Guru Pengajar
0
Cabang
0
Program Belajar
Like us!
Follow us!
Follow us!
Watch us!