Selepas subuh tadi, saya sempatkan mengobok-obok perpus mini yang ada di rumah saya, tujuannya jelas mencari referensi menulis pagi ini. Mata saya terpaku pada satu buku karya Imam Al-Haddad, Risaalah Mu’awwanah, buku itu ‘nangkring’ diatas tumpukkan kitab-kitab besar yang tertata rapi, mudah terjangkau dan tidak terlalu besar. Mungkin begitu alasan saya memilih kitab akhlaq karya waliyullah yang mempunyai julukan Quthbil Da’wati wal Irsyaadi itu.

Begitu mengalir saya membacanya tidak ada judul disetiap pembahasannya, Al-Haddad hanya memisahkan satu tema dan yang lainnya dengan tulisan فصل (Sebuah Pasal) lalu seakan-akan kita berada dihadapan beliau, mendengarkan langsung nasehat beliau. Pemaparan beliau dalam kitab ini juga selalu didahului dengan kata وإيَّاك dan وعَليكَ (yang arti keduanya adalah dan hendaknya Anda – dan jangan sekali-kali Anda) semakin menambah kesan kedekatan antara Al-Haddad dan siapapun yang membaca buku beliau (Risaalah Mu’awwanah) ini.

Diantara pesan beliau dalam bukunya adalah :

وعليك بعمارة أوقاتك بوظائف العبادات حتى لاتمرّ ساعة من ليل أونهار إلَّاوتكون لك فيها وظيفة من الخير تستغرقها بها فبذلك تظهر بركات الأوقات, وتحصل فائدة العمر,

  “Dan hendaknya Anda selalu meluangkan waktu-waktumu untuk melaksanakan kewajiban ibadah, sehingga tidak lewat satu detikpun siang ataupun malam kecuali Anda tetap tenggelam dalam indahnya ibadah, dan karena sebab itu maka Anda akan mendapatkan keberkahan waktu, terlebih keberkahan umur (umurnya bermanfa’at).”

Sejenak saya berhenti membaca, merenung lalu berkata dalam hati kecil ini; “duh celaka sekali saya yang sampai saat ini belum pernah menemukan waktu yang barokah…”

Waktu yang berkah! Sesuatu yang langka sekali dijaman ini, waktu yang membuat kemanfaatan lebih.

Guru saya Syaikh Soleh Basalaamah pernah bercerita disela-sela mengajar Hadits Arba’in An-Nawawiyyah, beliau menceritakan riwayat hidup Imam Nawawi (pengarang kitab Arba’in) umur beliau tergolong pendek karena tidak sampai 63 tahun (batas umur ummat Muhammad) hanya sampai 44 tahun beliau kembali ke rahmatullah, tapi dengan umur yang singkat itu kemanfa’atan umurnya dan keberkahan waktu beliau sangat luar biasa sehingga dengan hanya waktu yang begitu singkat beliau menghasilkan kitab-kitab yang fenomenal diantaranya : Al-Minhaaj, Arba’in Nawawiyyah, At-Tibyan, Roudlotu Tholibiin (25 Jilid, cetakan bairut-lebanon), Al-Adzkar, Riyadhu Sholihin. Dll

Jaman dulu belum ada yang namanya Microsoft Word, Laptop, beliau masih tulis tangan, dan beliau waktunya tidak hanya dikhususkan untuk mengarang kitab loh ya, beliau juga bekerja, mengajar, belajar, jadi mufti (hakim), konsultan, penasehat dsb. Kalau bukan karena keberkahan waktu beliau tidak mungkin melampaui pencapaian tersebut.

Kunci Keberkahan Waktu

Al-Haddad sebelum menyinggung tentang keberkahan waktu dan umur beliau terlebih dahulu memberikan cara-nya yaitu dengan: gunakan waktu Anda untuk beribadah!

Ibadah bukan hanya sholat, puasa, haji doang ya.. karena kerja jika diniati dengan benar (mencari rejeki yang halal untuk anak istri) itu juga termasuk ibadah.

Mudah-mudahan waktu dan umur kita semuanya bernilai barokah…

 

Referensi: Arrisalah Mu’awwanah, Al-Haddad Abdullah bin Alwi Hal. 35

Share:
0
Total Santri
0
Guru Pengajar
0
Cabang
0
Program Belajar
Like us!
Follow us!
Follow us!
Watch us!