Setidaknya begitulah yang Aku yakini, seperti pengalamanku beberapa tahun lalu. Sudah berada di negara tetangga Makkah, tepatnya di Negeri 1.000 wali, Yemen. Sebelum pulang Aku ngidam berat ingin mencium hajar aswad, tapi sekali lagi, ibadah itu adalah ibadah panggilan tuhan, walau sudah dekat tapi gagal merapat. 

"Belum saatnya, nanti, belum saatnya". 

Hingga pada tahun lalu, tepatnya tahun 2018 Aku dipanggil sebagai tamu di Baitullah, melalui perantara Al Gibran, lembaga pendidikan Quran tempat Aku mengabdi. 

Begitupun dengan teman-teman seperjuangan quranku disini, beberapa ada yang berangkat karena wasilah quran. 

Tahun ini, keajaiban quran kembali berjalan. Keajaiban itu membawa satu pengajar quran kami untuk menemui panggilan tuhan, berkunjung ke Baitullah. 

Beliau bernama Ustadz M. Taifiqurrohman, remaja yang masih aktif di bangku kuliah ini, diberangkatkan oleh salah satu walisantri kami, insyaAllah pada tanggal. 22 Desember 2019. Keberkahan Al Quran, dedikasinya, kesabaran serta ketelatenan beliaulah yang menjadikan Allah memanggilnya untuk menjadi tamu-Nya. 

Beliau mendidik serta menanamkan akhlaq quran kepada remaja yang orangtuanya diberikan ujian, remaja tersebut berbeda dari kebanyakan remaja seusianya. Tapi ini Al Quran, yang Allah sendiri sudah menjamin kemudahan dalam mempelajarinya, berinteraksi dengannya. Nyata saja, keagungan Al Quran membawa remaja tersebut ke level yang belum pernah dibayangkan oleh orangtuanya. Gembira dengan kemajuan anaknya, sang orangtua memberi hadiah -sebagai ungkapan rasa syukurnya- dengan memberikan umroh kepada Ustadz M. Taifiqurrohman, barokallah. 

Sebagai penutup, Aku dengan bangga memberikan motivasi kepada seluruh penggiat quran, bahwa;

"Ini, Al Quran yang luar biasa. Berinteraksilah dengan cara yang luar biasa, lalu nantikan hal luar biasa menghampiri kehidupanmu"

@AbiiAyyas
 

Share:
0
Total Santri
0
Guru Pengajar
0
Cabang
0
Program Belajar
Like us!
Follow us!
Follow us!
Watch us!